I
Have died everyday waiting for you. Udah dua bulan semenjak kata-kata itu kamu
ucapkan. Entah aku pun tak tau apa yang harus aku tunggu darimu yang udah
jelas-jelas bilang ninggalin aku. Bodohnya aku yang waktu itu hnaya bisa
tersenyum dan menerima kenyataan yang diberikan Tuhan kepadaku. Yang aku
lakukan hanya lari dari kenyataan sepahit itu aku terima semuanya, semua
kebahagiaanku. Semua senyum dan tawaku,
semua hall yang aku punya. Bahkan, aku pun memberikan semua sedih dan air
mataku dengan orang yang tak pantas.
Hari
itu tak pernah ku pungkiri untuk ingin mengakhiri semua nafasku. Untuk mengakhiri
semua ceritaku. Setiap detik dan menit aku lalui untuk tangis dan tak pernah
henti ini. Aku bahkan tak mempunyai saklar untuk mematikan semua dan saat aku
sudah pulih tinggal gampang aku tekan lagi dan memulai semua dari awal. Semua terlalu
gampang hanya untuk membayangkannya.
Dan
kau yakin suatu saat nanti ini hanya panggung sandiwara. Ini hanya rencanamu
untuk membuktikan bahwa aku memang benar-benar mencintaimu. Walau cinta ini
hanya dalam tangis aku rasakan. Semakin lama tangis ini semakin menjadi. Cerita
ini semuanya telah kau akhiri. Tapi pada kenyataannya cinta ini akan semakin
berlanjut. Semakin au berusaha untuk melupakanmu. Semakin aku akan merindukanmu.
Merindukan semua yang kita lakukan.
Ini
masih aku bersama air mata indahku. Namaku “Srik”. Aku selalu menggunakan huruf
“k” di belakag namaku agar tak terlalu terlihat formal. Aku anggap diriku
sebagaianak yang sangat tenang, karena aku tak begituterbuka apapun itu yang
akan membuat tawa dan tangisku ini akan menjadi satu. Andaikan kamu tau rasa
ini masih ada dan aku masih menginginkanmu kembali saat ini. Dia selalu ada
dalam baying-bayang hidupku yang tak akan mampu “move on”. Baru jalan 1 ½ bulan
aku bersamanya, tapi hanyadengan masalah sekecil ini semua berakhir begitu
saja. Aku seperti boneka yang dengan ringan kau ajakku pergi ke awan dan dengan
ringan pula kau melemparkanku ke bawah. Dan aku terjun bebas dengan rasa sayang
yang kau pura-pura berikan selama ini. Aku jatuh, dan ku harap kau tau. Itu SAKIT.
Dia
Yoby Kharisma Cahyadi. Entah apa yang membuat kalau arti namamu itu “cakep
dalam cahaya setiap hari” (Yoby = hari, dalam bahasa jepang, Kharisma =
ganteng, Cahyadi = cahaya). Dan itu adalah nama yang indah. Aku selalu
tersenyum saat mendengar nama itu. Namun itu dulu. Dulu saat semua masih terasa
indah. Ragamu tak pernah pergi tapi cinta ini semua palsu. Semua terlalu indah,
bahkan bila hanya dalam kenangan.
Kenanganmu
semakin sedikit aku lupakan. Kini aku memiliki penggantimu. Sebulan aku
berusaha melupan kenangan kita dalam satu menit. Dua bulan hanya kenangan dua
menit. Lalu bagaimana dengan menit-menit selanjutnya? Apa kenangan ini akan ku
bawa seumur hidupku? Apakah dengan lari dari kenyataan akan membuat semua
kembali normal? Apakah akan bisa semuanya kembali saat kamu belum mengisi
harianku ini, belum mengisi absen setiap menit yang aku lalui bersamamu?
Kamu
pikir dengan mendapatkan penggantimu itu akan membuatku lupa akan semua
kenanganmu? Semua kenangan kita. Hujan pun tak mungkin mampu membuat larut
senyumku kepadamu. Senyum ini sangat lebar waktu dulu. Saat semua waktu kamu
hanya untukku.
Tak
ada maksud apa-apa aku menulis ini. Aku hanya ingin menuangkan semua rinduku
ini kepadamu. Aku hanya berusaha menghapus memori tentang kita. Tapi aku selalu
gagal. Aku selalu berusaha. Tapi tak mau ku pungkiri bahwa aku benar-benar
gagal untuk melupakannya. Melupakan semuanya. Andai kau tau dan saat ini kamu
berada disini bersama rinduku. Aku akan menangis, memelukmu. “aku kangen kamu
bik! Terus peluk aku kayak gini. Kamu harus janji sama aku. Kamu gak akan
pernah lagi ninggalin aku bik. Aku sayang kamu sama seperti dulu”. Dan kini
sedih ini semakin berlanjut.
Mungkin kau bertanya-tanya
Arti perhatianku terhadapmu
Pasti kau menerka-nerka
Apa yang tersirat dalam gerakku
Akulah serpihan kisah masa lalumu
Akulah serpihan kisah masa lalumu
Yang sekedar ingin tau keadaanmu
Tak pernah aku bermaksud mengusikmu
Tak pernah aku bermaksud mengusikmu
Mengganggu setiap ketentraman hidupmu
Hanya tak mudah bagiku lupakanmu
Dan pergi menjauh
Beri sedikit waktu
Beri sedikit waktu
Agar ku terbiasa
Bernafas tanpamu
AKULAH SERPIHAN KISAH MASA LALUMU
Sedih ini masih berlanjut Yoby.
Aku selalu sayang kamu.
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku.
Walau rindu ini hanya dalam tangis.
Terima kasih pada maha cinta.
Dapat menyatukan kita.
Sri
Marhaeni Diastini