Selasa, 28 Januari 2014

SERPIHAN KISAH MASA LALUMU

       I Have died everyday waiting for you. Udah dua bulan semenjak kata-kata itu kamu ucapkan. Entah aku pun tak tau apa yang harus aku tunggu darimu yang udah jelas-jelas bilang ninggalin aku. Bodohnya aku yang waktu itu hnaya bisa tersenyum dan menerima kenyataan yang diberikan Tuhan kepadaku. Yang aku lakukan hanya lari dari kenyataan sepahit itu aku terima semuanya, semua kebahagiaanku.  Semua senyum dan tawaku, semua hall yang aku punya. Bahkan, aku pun memberikan semua sedih dan air mataku dengan orang yang tak pantas.
       Hari itu tak pernah ku pungkiri untuk ingin mengakhiri semua nafasku. Untuk mengakhiri semua ceritaku. Setiap detik dan menit aku lalui untuk tangis dan tak pernah henti ini. Aku bahkan tak mempunyai saklar untuk mematikan semua dan saat aku sudah pulih tinggal gampang aku tekan lagi dan memulai semua dari awal. Semua terlalu gampang hanya untuk membayangkannya.
       Dan kau yakin suatu saat nanti ini hanya panggung sandiwara. Ini hanya rencanamu untuk membuktikan bahwa aku memang benar-benar mencintaimu. Walau cinta ini hanya dalam tangis aku rasakan. Semakin lama tangis ini semakin menjadi. Cerita ini semuanya telah kau akhiri. Tapi pada kenyataannya cinta ini akan semakin berlanjut. Semakin au berusaha untuk melupakanmu. Semakin aku akan merindukanmu. Merindukan semua yang kita lakukan.
       Ini masih aku bersama air mata indahku. Namaku “Srik”. Aku selalu menggunakan huruf “k” di belakag namaku agar tak terlalu terlihat formal. Aku anggap diriku sebagaianak yang sangat tenang, karena aku tak begituterbuka apapun itu yang akan membuat tawa dan tangisku ini akan menjadi satu. Andaikan kamu tau rasa ini masih ada dan aku masih menginginkanmu kembali saat ini. Dia selalu ada dalam baying-bayang hidupku yang tak akan mampu “move on”. Baru jalan 1 ½ bulan aku bersamanya, tapi hanyadengan masalah sekecil ini semua berakhir begitu saja. Aku seperti boneka yang dengan ringan kau ajakku pergi ke awan dan dengan ringan pula kau melemparkanku ke bawah. Dan aku terjun bebas dengan rasa sayang yang kau pura-pura berikan selama ini. Aku jatuh, dan ku harap kau tau. Itu SAKIT.
       Dia Yoby Kharisma Cahyadi. Entah apa yang membuat kalau arti namamu itu “cakep dalam cahaya setiap hari” (Yoby = hari, dalam bahasa jepang, Kharisma = ganteng, Cahyadi = cahaya). Dan itu adalah nama yang indah. Aku selalu tersenyum saat mendengar nama itu. Namun itu dulu. Dulu saat semua masih terasa indah. Ragamu tak pernah pergi tapi cinta ini semua palsu. Semua terlalu indah, bahkan bila hanya dalam kenangan.
       Kenanganmu semakin sedikit aku lupakan. Kini aku memiliki penggantimu. Sebulan aku berusaha melupan kenangan kita dalam satu menit. Dua bulan hanya kenangan dua menit. Lalu bagaimana dengan menit-menit selanjutnya? Apa kenangan ini akan ku bawa seumur hidupku? Apakah dengan lari dari kenyataan akan membuat semua kembali normal? Apakah akan bisa semuanya kembali saat kamu belum mengisi harianku ini, belum mengisi absen setiap menit yang aku lalui bersamamu?
       Kamu pikir dengan mendapatkan penggantimu itu akan membuatku lupa akan semua kenanganmu? Semua kenangan kita. Hujan pun tak mungkin mampu membuat larut senyumku kepadamu. Senyum ini sangat lebar waktu dulu. Saat semua waktu kamu hanya untukku.
       Tak ada maksud apa-apa aku menulis ini. Aku hanya ingin menuangkan semua rinduku ini kepadamu. Aku hanya berusaha menghapus memori tentang kita. Tapi aku selalu gagal. Aku selalu berusaha. Tapi tak mau ku pungkiri bahwa aku benar-benar gagal untuk melupakannya. Melupakan semuanya. Andai kau tau dan saat ini kamu berada disini bersama rinduku. Aku akan menangis, memelukmu. “aku kangen kamu bik! Terus peluk aku kayak gini. Kamu harus janji sama aku. Kamu gak akan pernah lagi ninggalin aku bik. Aku sayang kamu sama seperti dulu”. Dan kini sedih ini semakin berlanjut.

Mungkin kau bertanya-tanya
Arti perhatianku terhadapmu
Pasti kau menerka-nerka
Apa yang tersirat dalam gerakku
Akulah serpihan kisah masa lalumu
Yang sekedar ingin tau keadaanmu
Tak pernah aku bermaksud mengusikmu
Mengganggu setiap ketentraman hidupmu
Hanya tak mudah bagiku lupakanmu
Dan pergi menjauh
Beri sedikit waktu
Agar ku terbiasa
Bernafas tanpamu

AKULAH SERPIHAN KISAH MASA LALUMU

Sedih ini masih berlanjut Yoby.
Aku selalu sayang kamu.
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku.
Walau rindu ini hanya dalam tangis.
Terima kasih pada maha cinta.
Dapat menyatukan kita.



Sri Marhaeni Diastini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar